Repository Karya Dosen



Analisis Pewarna Merah dan Kuning Non Food Grade pada Jajanan Anak Sekolah Menggunakan Metode Kromatografi Kertas dan Spektrofotometri UV-Visible

Kumpulan : Jurnal Ilmiah (Non-Kategori) [Indonesia]
Edisi/Volume : ,
Pengarang : RANI NURMAYANTI, SST., M.Gizi.
Klasifikasi/Subjek : ,
Penerbitan : Poltekkes Kemenkes Malang, Malang: 2018.
Bahasa : Indonesia
PENYIMPANAN
Lokasi : PUSAT-25-A-
Jumlah : 1

Abstraksi

ABSTRAK Mutu suatu produk pangan pada umumnya dinilai dari cita rasa, warna, tekstur dan nilai gizinya. Untuk meningkatkan mutu produk pangan dapat dilakukan dengan penambahan bahan tambahan pangan atau yang dikenal dengan sebutan BTP pada makanan. Salah satu BTP yang sering digunakan adalah pewarna. Warna merupakan daya tarik terbesar untuk menikmati makanan setelah aroma. Oleh karena itu pedagang pun berlomba menawarkan aneka produknya dengan warna-warna yang menarik tak terkecuali pedagang makanan jajanan di sekolah- sekolah. Berdasarkan asalnya, pewarna dapat dibedakan menjadi pewarna alami dan pewarna sintetik atau buatan. Kedua jenis pewarna ini dapat digunakan pada jajanan,tetapi dengan syarat tetap mengacu kepada peraturan pemerintah yang mengatur mengenai penggunaan BTP pewarna. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI telah menetapkan peraturan terkait jenis pewarna yang diizinkan untuk digunakan pada pangan olahan serta batas maksimum penggunaannya. Kendati pemerintah telah menetapkan peraturan tentang penggunaan pewarna, namun hingga kini konsumen masih dihadapkan pada masalah terkait penyalahgunaan pewarna pada pangan. Dua jenis bahan kimia terlarang yang masih sering dijumpai pada pangan adalah pewarna metanil yellow dan rhodamine B, keduanya merupakan pewarna kuning dan merah. Menurut survey yang dilakukan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM, 2004) setidaknya 50% makanan jajanan yang dijual di sekolah-sekolah sama sekali tidak baik untuk kesehatan karena ditemukan adanya zat pewarna tekstil ini yang dapat merusak system saraf, hati dan pernafasan. Pada penelitian ini dilakukan analisis deteksi pewarna mettilen yellow dan rhodamine B pada makanan dan minuman ringan yang dijajakan di sekolah-sekolah di wilayah Kelurahan Bareng. Sebanyak dua sampel positif rhodamine B dengan konsentrasi 0,043 dan 0,67 ppm berturut- turut. Untuk parameter methanyl yellow dua sampel positif dengan konsentrasi masing-masing 0,568 dan 1,958 ppm.



Lampiran

File Abstraksi : [ Unduh ]