Karya Tulis Ilmiah



PENGARUH PENAMBAHAN WORTEL (Daucus carrota) TERHADAP MUTU KIMIA DAN MUTU ORGANOLEPTIK NUGGET IKAN MUJAIR (Tilapia musambica) SEBAGAI ALTERNATIF PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) BALITA 24 - 59 BULAN

Prodi : POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Pengarang : POPY PUTERI KUSUMANING AYU
Dosen Pembimbing : Theresia Puspita, S.TP, MP.
Klasifikasi/Subjek : ,
Penerbitan : , Malang: 2015.
Bahasa : Indonesia
PENYIMPANAN
Lokasi : PUSAT-33-A-
Jumlah : 0

Abstraksi

ABSTRAKSI Popy Puteri Kusumaning Ayu (2015). Pengaruh Penambahan Wortel (Daucus carrota) Terhadap Mutu Kimia dan Mutu Organoleptik Nugget Ikan Mujair (Tilapia musambica) Sebagai Alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Balita 24 -59 Bulan. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : Theresia Puspita, S.TP, MP. Usia balita merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Oleh karena itu, kelompok usia balita perlu mendapat perhatian, kerena merupakan kelompok rawan terhadap kekurangan gizi. Untuk mengatasi kekurangan gizi yang terjadi pada kelompok usia balita perlu diselenggarakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Beberapa produk olahan yang sangat digemari oleh konsumen adalah nugget. Nugget adalah produk daging direstrukrisasi dengan adonan dan pelapis untuk mempertahankan kualitas. Nugget sangat digemari oleh masyarakat terutama oleh anak-anak. Nugget seperti hasil olahan daging pada umumnya memiliki kelemahan pada kandungan serat yang rendah. Adanya penambahan wortel pada nugget ikan mujair akan meningkatkan kandungan seratnya. Nugget yang terbuat dari sayuran ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan minat para konsumen terutama anak-anak yang tidak menyukai sayur-sayuran. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan penelitian adalah penambahan wortel sebagai bahan tambahan pembuatan nugget ikan mujair dengan 4 taraf perlakuan dengan perbandingan ikan mujair : wortel, yaitu P0 (100:50), P1 (90:60), P2 (50:50), P3 (60:90). Setiap taraf perlakuan dilakukan 3 kali replikasi, sehingga didapat 12 unit penelitian. Perbedaan yang tidak signifikan terhadap kadar lemak, karbohidrat, air dan mutu organoleptik (warna, rasa, tekstur, aroma) namun memberikan perbedaan yang signifikan terhadap kadar protein dan kadar abu. Taraf perlakuan P1 merupakan taraf perlakuan terbaik dalam produk nugget. Selain itu, nugget ikan mujair dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai lauk maupun makanan kudapan bagi balita. Keyword : Wortel, Ikan Mujair, Nugget, Mutu Gizi, Mutu Organoleptik dan Nilai Gizi



Lampiran