Karya Tulis Ilmiah



HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MP ASI DENGAN TINGKAT KONSUMSI (ENERGI dan PROTEIN) dan STATUS GIZI BADUTA 6-24 BULAN DI DESA PETUNGSEWU

Prodi : POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Pengarang : Farah Nabilah Althaf
Dosen Pembimbing : bimbingan : Tapriadi & I Komang Suwita
Klasifikasi/Subjek : , Pola Pemberian MP-ASI, Tingkat konsumsi energi dan protein,gizi
Penerbitan : , Malang: 2014.
Bahasa : Indonesia
PENYIMPANAN
Lokasi : PUSAT-33-A-
Jumlah : 0

Abstraksi

ABSTRAK Farah Nabilah Althaf : Hubungan Pola Konsumsi MP-ASI Dengan Tingkat Konsumsi (Energi dan Protein) dan Status Gizi Baduta 6-24 Bulan Di Desa Petungsewu. (Dibawah bimbingan : Tapriadi & I Komang Suwita) Pola pemberian MP ASI harus diperhatikan baik jumlah, jenis, dan frekuensi akan mempengaruhi status gizi balita tersebut. Di Indonesia pravelansi masalah gizi menurut riskesdas tahun 2010 adalah sebesar 17,9%, presentase ini terdiri dari gizi buruk 4,9% dan gizi kurang sebesar 13,0% sedangkan pravelansi gizi buruk di Jawa timur, berdasarkan data hasil kegiatan pemantauan status gizi pada tahun 2009 terdapat 12,7 angka kejadian gizi buruk dan gizi kurang. Meskipun angka tersebut dibawah capaian nasional yang 17,9% akan tetapi karena jumlah balita di Jawa Timur cukup besar yaitu kurang lebih 3,7 juta maka sekitar 469.900 balita dengan status gizi kurang. Berdasarkan data pada tahun 2012 prevalansi gizi buruk dan gizi kurang di kabupaten malang sebesar 1,6% dan 8,1%. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif analitik di bidang gizi masyarakat menggunakan pendekatan penelitian crossectional yang dilakukan pada bulan Maret sampai April 2014 di Desa Petungsewu Kecamatan Dau. Subyek penelitian yang diambil sebanyak 30 bayi yang berusia 6-24 bulan melalui quota sampling. Hasil penelitian menunjukkan dari 30 baduta, pola pemberian MP-ASI yang sesuai dengan tingkat konsumsi energi sebanyak 17 baduta (56,6%) sesuai dan sebanyak 13 baduta (43,4%) rendah. Pola pemberian dengan status gizi sebanyak 21 baduta (70%) mempunyai status gizi baik, gizi kurang sebanyak 7 baduta (23,3%) dan gizi buruk sebanyak 2 baduta (6,6%). Tingkat konsumsi energi dan status gizi sebanyak 14 baduta (46,7%) status gizi baik dengan tingkat konsumsi normal dan 7 baduta (23,3%) kategori defisit, gizi kurang sebanyak 7 baduta (23,3%) kategori defisit dan gizi buruk sebanyak 2 baduta (6,6%) dengan kategori defisit. Tidak Ada hubungan pola pemberian dengan tingkat konsumsi energi dan protein pada baduta 6-24 bulan. Ada hubungan antara pola pemberian MP-ASI terhadap status gizi baduta 6-24 bulan. Ada hubungan antara tingkat konsumsi energi dan protein dengan status gizi baduta 6-24 bulan di Desa Petungsewu. Saran ibu lebih memperhatikan pemilihan jenis dan pola pemberian MP-ASI yang sesuai untuk baduta agar status gizi lebih optimal. Pola pemberian MP-ASI yang sesuai akan meningkatkan konsumsi pangan dan status gizi baduta di Desa Petungsewu Kata kunci : Pola Pemberian MP-ASI, Tingkat konsumsi energi dan protein, Status Gizi



Lampiran