Karya Tulis Ilmiah



ASSESSMENT GIZI DAN DIAGNOSIS GIZI PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK DI RUANG RAWAT INAP RSUD KANJURUHAN KEPANJEN MALANG

Prodi : DIPLOMA IV GIZI
Pengarang : SELLY NINGTYAS MEGASARI
Dosen Pembimbing : Dr. Annasari Mustafa, SKM, M.Sc. dan Sutomo Rum Teguh Kaswari, SKM, M. Kes
Klasifikasi/Subjek : , assessment gizi, diagnosis gizi, penyakit ginjal kronik
Penerbitan : , Malang: 2017.
Bahasa : Indonesia
PENYIMPANAN
Lokasi : ---
Jumlah : 0

Abstraksi

SELLY NINGTYAS MEGASARI, 2017. Assessment Gizi dan Diagnosis Gizi Pasien Penyakit Ginjal Kronik di Ruang Rawat Inap RSUD Kanjuruhan Kepanjen Malang. Pembimbing : Annasari Mustafa dan Sutomo Rum Teguh Kaswari. Penyakit ginjal kronik merupakan suatu penyakit yang perlu diberikan asuhan gizi secara optimal melalui assessment gizi dan diagnosis gizi yang tepat. Asupan zat gizi yang tidak sesuai dengan kebutuhan, baik kelebihan maupun kekurangan erat kaitannya dengan peningkatan risiko penyakit maupun komplikasinya (PERSAGI & AsDI, 2011). Tujuan penatalaksanaan assessment gizi dan diagnosis gizi yang tepat perlu dilakukan untuk mencapai tujuan asuhan gizi yang optimal. Karena pemberian asuhan gizi yang tepat pada pasien penyakit ginjal kronik adalah untuk memperbaiki kualitas hidup, menurunkan morbiditas dan mortalitas, memperlambat progresivitas penyakit ginjal, meminimalkan toksisitas uremik, mengendalikan terjadinya komplikasi serta mempertahankan status gizi yang optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji hasil assesment gizi dan diagnosis gizi yang dilakukan pada pasien penyakit ginjal kronik di ruang rawat inap RSUD Kanjuruhan Kepanjen Malang disesuaikan dengan standar. Jenis penelitian ini adalah studi kasus yang mengamati assessment gizi dan diagnosis gizi pada pasien penyakit ginjal kronik. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 7 November sampai 3 Desember 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa assessment gizi yang dilakukan pada pasien penyakit ginjal kronik di ruang rawat inap RSUD Kanjuruhan Kepanjen Malang pada pengukuran antropometri sebagai penilaian status gizi pasien, 90,5% menggunakan pengukuran LLA. Pemeriksaan biokimia pada pasien penyakit ginjal kronik menunjukkan bahwa 100% memiliki kadar ureum dan kreatinin tinggi, 42,8% memiliki kadar kalium tinggi, 19,0% memiliki kadar albumin rendah, dan 95,3% memiliki kadar hemoglobin rendah. Pemeriksaan fisik klinis menunjukkan bahwa 61,9% pasien mengalami edema dan ascites, 52,3% pasien mengalami mual dan nafsu makan menurun, serta 85,7% pasien memiliki tekanan darah di atas normal. Riwayat personal pasien penyakit ginjal kronik menunjukkan bahwa 47,6% pasien memiliki riwayat penyakit hipertensi. Riwayat gizi dahulu pasien penyakit ginjal kronik 52,3% pasien sering mengonsumsi minuman berenergi dan berkarbonasi, sedangkan pada riwayat gizi sekarang pasien memiliki asupan lemak dalam kategori kurang, asupan energi dan karbohidrat dalam kategori sedang dan asupan protein dalam kategori baik. Hasil diagnosis gizi pasien penyakit ginjal kronik di ruang rawat inap RSUD Kanjuruhan Kepanjen Malang menunjukkan bahwa 100% pasien diberikan diagnosis peningkatan kebutuhan energi (NI-1.2) dan penurunan kebutuhan zat gizi tertentu (NI-5.4) pada domain asupan atau nutrition intake (NI), sedangkan pada doman perilaku atau nutrition behavior (NB) 67% pasien diberikan diagnosis pengetahuan yang kurang (NB-1.1) dan 24% pasien diberikan diagnosis kekeliruan pola makan (NB-1.5). Perlunya peningkatan pengisian skrining gizi awal untuk mengetahui adanya pasien yang berisiko malnutrisi dan tidak berisiko malnutrisi, pengukuran antropometri dengan memperhitungkan berat badan kering, dan perlunya peningkatan penentuan diagnosis gizi pada pasien penyakit ginjal kronik. Kata kunci : assessment gizi, diagnosis gizi, penyakit ginjal kronik



Lampiran