Karya Tulis Ilmiah



ASUHAN KEPERAWATAN KEBUTUHAN NUTRISI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK (GGK) DENGAN HEMODIALISA DI RST Tk.II DR. SOEPRAOEN MALANG. ( Studi Kasus )

Prodi : DIII KEPERAWATAN MALANG
Pengarang : SZAVIERRA CHERIA KHOLIFAH
Dosen Pembimbing : Joko Piotoyo, SKp,M.Kep
Klasifikasi/Subjek : , KEPERAWATAN
Penerbitan : , Malang: 2019.
Bahasa : Indonesia
PENYIMPANAN
Lokasi : ---
Jumlah : 1

Abstraksi

ABSTRAK Asuhan Keperawatan Kebutuhan Nutrisi pada Pasien Gagal Ginjal Kronik dengan Hemodialisa di Rumah Sakit Tentara Tk. II Dr. Soepraoen Malang. Szavierra Cheria Kholifah (2019). Karya Tulis Ilmiah, Studi Kasus Asuhan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing Joko Pitoyo, SKp. M.Kep. Kata Kunci: GGK, Kebutuhan Nutrisi, Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisa, Asuhan Keperawatan. Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah kegagalan fungsi ginjal untuk mempertahankan metabolisme serta keseimbangan cairan dan elektrolit akibat destruksi struktur ginjal yang progresif dengan manifestasi penumpukan sisa metabolit (toksik uremik) di dalam darah (Mutaqqin & Kumala Sari, 2011). Masalah yang sering timbul pada pasien dengan terapi hemodialisis adalah malnutrisi, penyebab utamanya karena asupan zat gizi yang tidak adekuat. Prevalensi malnutrisi meningkat secara progresif sejalan dengan progresivitas penurunan fungsi ginjal. Kasus malnutrisi ditemukan di awal hemodialisis pada penderita GGK sebanyak 40%, akibat kurangnya informasi tentang penyakit GGK, dan penatalaksanaan yang harus dilakukan terkait gagal ginjal kronis yang menyebabkan kesehatan pasien semakin memburuk. Penelitian ini menggunakan studi kasus asuhan keperawatan dengan 2 pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisa rutin yang sedang mengalami gangguan nutrisi sebagai subjek dan penelitian dilakukan pada tanggal 11 Maret 2019 – 28 Maret 2019. Metode pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi asuhan keperawatan. Hasil studi kasus menunjukkan tidak terpenuhinya kebutuhan nutrisi pada pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisa akibat dari kurangnya pengetahuan pasien maupun keluarga terkait dengan kurangnya informasi tentang nutrisi sehingga peneliti melakukan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya kebutuhan nutrisi, dan memotivasi keluarga untuk membantu dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi pasien. Hal ini yang dapat mempertahankan IMT kedua pasien dalam rentang normal pada bulan April. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya sebaiknya menambah waktu dalam pengambilan data asuhan keperawatan menjadi satu minggu, menggali tentang gambaran pemahaman pasien terhadap diet hemodialisa, atau faktor apa saja yang mempengaruhi dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi pada pasien gagal ginjal dengan hemodialisa.



Lampiran

[ Sampul Depan ]

File Lembar Pengesahan : [ Unduh ]

File Abstraksi : [ Unduh ]

File Kata Pengantar : [ Unduh ]

File Daftar Isi : [ Unduh ]

File BAB-1 : [ Unduh ]

File BAB-2 : [ Unduh ]

File BAB-3 : [ Unduh ]

File BAB-5 : [ Unduh ]

File Daftar Pustaka : [ Unduh ]

File Lampiran : [ Unduh ]