Karya Tulis Ilmiah
Informasi Detail koleksi
Tingkat Konsumsi Energi dan Zat Gizi Kaitannya dengan Perubahan Berat Badan dan Status Gizi pada Pasien HIV/AIDS di Ruang Rawat Inap Cempaka Rumah Sakit Tk. II dr. Soepraoen Malang
Prodi | : FITRIA ULFA MASFUFAH |
Pengarang | : FITRIA ULFA MASFUFAH |
Dosen Pembimbing | : Endang Widajati dan Annasari Mustafa. |
Klasifikasi/Subjek | : , Tingkat konsumsi energi dan zat gizi, Berat badan, Status Gizi. |
Penerbitan | : , Malang: 2018. |
Bahasa | : Indonesia |
PENYIMPANAN | |
Lokasi | : --- |
Jumlah | : 0 |
Abstraksi
ABSTRAK FITRIA ULFA MASFUFAH. 2018. Tingkat Konsumsi Energi dan Zat Gizi Kaitannya dengan Perubahan Berat Badan dan Status Gizi pada Pasien HIV/AIDS di Ruang Rawat Inap Cempaka Rumah Sakit Tk. II dr. Soepraoen Malang. Pembimbing: Endang Widajati dan Annasari Mustafa. HIV/AIDS mempengaruhi status gizi melalui pengeluaran energi, penurunan asupan makanan, menurunnya penyerapan makanan, dan perubahan metabolik yang kompleks akan menyebabkan penurunan berat badan dan sindrom wasting terjadi pada penderita HIV/AIDS. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis tingkat konsumsi energi dan zat gizi, perubahan berat badan, dan perubahan status gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kaitan tingkat konsumsi energi dan zat gizi dengan perubahan berat badan dan status gizi pada pasien HIV/AIDS di Ruang Rawat Inap Cempaka Rumah Sakit Tk. II dr. Soepraoen Malang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Juni 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pasien memiliki tingkat konsumsi energi cukup, dimana tingkat konsumsi energi paling rendah 66,77% dan paling tinggi 75,33%. Tingkat konsumsi vitamin A seluruh pasien termasuk kriteria baik. Tingkat konsumsi vitamin C, vitamin E, dan asam folat seluruh pasien termasuk kriteria tidak baik. Tingkat konsumsi Fe 2 pasien termasuk kriteria tidak baik dan 1 pasien termasuk kriteria baik. Tingkat konsumsi Zink 2 pasien termasuk kriteria cukup dan 1 pasien termasuk kriteria tidak baik. 2 dari 3 pasien mengalami penurunan berat badan, sedangkan 1 pasien lainnya mengalami peningkatan berat badan. Semua pasien tidak mengalami perubahan status gizi berdasarkan IMT, semua pasien mengalami anemia. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor lain yang berkaitan dengan tingkat konsumsi energi dan zat gizi pasien HIV/AIDS. Pengambilan data sebaiknya dilakukan dalam jangka waktu yang lebih lama supaya dapat diamati perubahan status gizinya. Kata Kunci: Tingkat konsumsi energi dan zat gizi, Berat badan, Status Gizi.